Indie adalah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga remaja-remaja gahol. Saat mendengar kata indie pasti langsung terhubung dengan sebuah tema yaitu musik, musik indie. Apa sih indie itu? Nah di sini gue akan mencoba memaparkan apa itu indie. Walaupun gue 6 taon di pesantren, tapi dua tahun terakhir ini gue cukup intens berhubungan dengan orang orang yang mengerti bahkan bergelut di dunia indie.
Indie itu adalah independent yang berarti bebas, merdeka. Kalau kata indie diinterpretasikan pada bidang musik, berarti orang yang bergelut dalam musik indie tersebut menginginkan kebebasan dalam bermusik. Mereka tetap pada ideologi bermusik mereka, mempertahankan musikalitas yang mereka anut. Misalnya sang musisi memegang teguh musik reggae, maka mereka akan masa bodo dengan selera pasar. Mereka akan teguh pada pendirian reggae mereka. Begitu juga dengan penganut musik metal, soul, blues dan lain sebagainya.
Dalam industri musik perlu ada kesesuaian antara karya sang musisi dengan selera pasar.Nah orang yang bertugas untuk menyesuaikan kedua hal tersebut adalah produser. Orang yang bergelut pada musik indie ini cenderung akan menghindari yang namanya produser. Makannya kebanyakan dari mereka ga mau bergabung dengan label-label tertentu, atau mereka membuat sendiri label sesuai dengan yang mereka inginkan. Kebayang dong betapa bangganya mereka bila sukses. Kalo gue sukses di musik indie gue juga bakal bangga banget. Kenapa? Soalnya mereka bisa bertahan melawan arus utama (mainstream) industri musik indonesia. Mereka bisa nunjukin kepada masyarakat bahwa mereka bisa berdiri sendiri tanpa harus diatur dan tanpa harus mengorbankan ideologi musik mereka.
Begitu kawan.
Istilah Indie ini bisa kita aktualisasikan ke dalam berbagai hal. Kalo gue lebih suka menghubungkan istilah indie ini dengan pergaulan sehari hari. Dan ideologi ini bisa menjadi sarana penyemangat buat gue mempertahankan ideologi gue sampai saat ini. Kalau gue perhatikan kebanyakan anak muda sekarang punya aktivitas yang nyaris seragam. Yah kita ambil contoh yang paling umum yaitu pacaran dan ngerokok. Atau yang lebih eksklusif dugem dan nokip (minum minuman keras). Nah hal-hal inilah yang gue jadikan patokan arus utama atau mainstream.
Apa yang dilakukan oleh penganut ideologi indie? Ya! melawan arus utama, melawan mainstream. Gue anggep pergaulan bebas yang banyak dilakukan oleh anak muda, hasutan setan, dan rayuan orang-orang adalah produser yang mengatur hidup hidup gue. Kalau hal-hal itu mulai menggaung di pikiran gue, gue langsung inget ideologi indie ini, gue harus melawan mainstream! Kalau orang yang bisa sukses pada musik indie akan merasakan kebanggaan yang luar biasa, maka gue juga akan berpikir bahwa kalo gue bisa sukses melawan mainstream ini gue akan merasakan kebanggaan yang sama. Janganlah berkecil hati atau merasa cupu kalau lo punya ideologi. Karena menurut gue kalo lo bisa bertahan, ya, lo adalah pemenang. Lagi pula beberapa teman gue juga pernah menuturkan bahwa kalo saat ini lo punya ideologi maka teman-teman di sekitar lo juga akan menghargai lo. So dont you worry bos. hhe.
Tapi, kalau suatu saat dunia berubah dan yang mendominasi adalah orang-orang yang tidak melakukan hal-hal yang gue sebutin diatas maka di sinilah sifat bijak lo harus di munculkan. Gue yakin lo tau lah yang benar dan yang salah. Ideologi ini hanya gue perlukan saat gue berkecil hati dan merasa cupu kalau gue ga ngikutin hal-hal itu. Ideologi indie inilah yang bikin gue jadi bersemangat, dan bikin gue masih merasa menjadi anak muda tanpa harus mengorbankan ideologi gue. Semoga ini bermanfaat sobat. Lagi lagi postingan ini gue maksudkan bukan untuk menggurui, posting ini hanya sebagai jalur aternatif atau bisa dibilang juga tips and trik . Dan tentu yang paling utama post ini adalah sebagai pengingat gue saat gue mulai rapuh.
Senin, 12 April 2010
Ideologi Indie
Diposting oleh fizzy di 20.54 0 komentar
Label: mencoba berfilosofi
(SSP) Selingan Sebelum Posting
Halo halo halo. Udah lama nih gue ga nulis blog lagi. Hha. Ada kali sekitar 3 bulanan gue biarkan blog gue ini kelaperan tulisan-tulisan gue. Selain gue lagi ga punya ide buat nulis apaan, akhir-akhir ini gue juga disibukan oleh kesibukan yang pasti dialami oleh sebagian besar siswa kelas tiga SMA di Indonesia, yaitu UN, UAS, dan ujian masuk perguruan tinggi. Bagi kebanyakan siswa SMA di luar UN dan UAS bukanlah kendala yang cukup besar buat mereka hadapi. Karena sebagian dari mereka udah ada yang menjamin kelulusan UAN mereka. Ada oknum-oknum yang mem-backing kelancaran UAN mereka. Ya istilahnya "tim sukses" lah. Hhe.
Tapi tenang, kami di Al Bayan juga sudah ada yang siap memberikan pertolongan. Yang memberikan pertolongan ini bukan sembarangan. Yang memberikan pertolongan ini adalah zat yang ga bakal ada tandingannya, Maha Besar, Maha Kuasa. Dialah Allah yang telah memantau usaha kami dari awal sampai titik darah penghabisan. Yang telah memperhatikan kerja keras kami yang penuh butiran keringat. Yang telah mendengar rintihan doa kami setiap hari. Jatuh bangun kami jalani dengan sabar. Dan kami yakin Allah akan memberikan yang terbaik bagi kami. Yang terbaik itu bukan selalu yang kita inginkan, bukan selalu yang kita harapkan. Kita jangan menjadi sok tahu, karena Allah lah yang lebih tau apa yang terbaik buat kita. Serahkan semuanya kepada Allah. Pertolongan Allah ini juga akan turun buat mereka yang jujur, berdoa, dan bekerja keras di luar sana.
Diposting oleh fizzy di 19.56 0 komentar
Label: mencoba berfilosofi
Minggu, 15 November 2009
Remaja Berjustifikasi
Masa muda emang masa yang pantang buat disiasiakan. Pantang disiasiakan di sini memiliki berbagai arti di pandangan berbagai remaja. Sebagian remaja mengartikan "pantang disiasiakan" dengan memanfaatkan masa muda mereka dengan mengoleksi bekal yang banyak untuk hari depan mereka. Mereka pantang menyia-nyiakan kesempatan masa muda mereka yang hanya datang sekali seumur hidup itu dengan bermalas malasan, berfoya-foya, bersenang-senang dan lain sebagainya. Mereka mengisi masa muda mereka dengan belajar segiat-giatnya, atau beribadah serajin-rajinnya.
Namun sebaliknya sebagian yang lain mengartikan "pantang disiasiakan" dengan mengisi masa remaja mereka dengan berfoya-foya, bersenang-senang, bermaksiat, dan lain sebagainya. Mereka berfilosofi bahwa masa muda memang masa yang sudah seharusnya diisi dengan kesenangan tanpa beban pikiran. Masalah tobat belakangan. Golongan remaja yang ini memang merasa hidup seribu tahun. Dari interpretasi yang kedua inilah banyak remaja yang sukses berjustifikasi.
hebat bukan? 1 frasa memiliki 2 arti yang sangat bertolak belakang.
Tidak sedikit remaja yang memiliki pandangan " lebih baik jadi mantan preman daripada mantan ustaz". Memang tidak ada yang salah dari ideologi ini, benar bahkan. Namun ini lagi-lagi bisa disalahgunakan. Ideologi ini bisa menjadi dasar segala prilaku menyimpang di kalangan anak muda. Dengan ideologi ini remaja bisa memberikan statemen " ah gampang tobat mah, masi muda santai aje, seneng-seneng dulu. Tobatnya entar aje pas uda tua. Mending jadi mantan preman kan daripada mantan ustaz". Gue yakin pake akal sehat aja uda bisa menjawab justifikasi ini. Iya kalo matinya pas jadi mantan reman. Nah kalo masi jadi reman gmane? Pasti orang-orang juga uda pade tau lah kalo kematian bakalan dateng kapan aje. Ga peduli orang masi muda, udah tua, umurnya nanggung, ga peduli. Hal ini kan uda jadi masalah umum.
Ya untuk gue sendiri, ga masalah lah ga rajin-rajin amat belajar. Tapi gue ga mau ngisi masa muda dengan hal yang negatif. Gue posting ini bukan bermaksud untuk menggurui atau apalah. Kalo ada yang tersadar ya Alhamdulillah. Tapi tujuan utama ya tetep buat gue sendiri. Buat ngingetin gue kalo lagi di persimpangan iman.
Diposting oleh fizzy di 00.28 0 komentar
Label: mencoba berfilosofi
Jumat, 13 November 2009
Sebuah Alternatif Tips Untuk Menghilangkan Perkataan Kotor Dari Mulut Kita
Dewasa ini perkataan kotor bukan lagi hal yang tabu untuk dilontarkan orang-orang. Dari anak orang gede sampe bocah kecil sekalipun sudah menjadi suatu kewajaran kalau perkataan kotor mereka lontarkan saat keseharian mereka. Saat kaget, saat ngobrol, saat bercanda, dan saat-saat lainnya. Jujur gue sampai saat ini belum bisa memusnahkan semusnah musnahnya perkataan kotor dari mulut gue. Sampai hari ini gue masih mencoba untuk menghilangkannya perlahan lahan.
Menurut pengamatan gue, ada sekitar 3 faktor yang mempengaruhi dan memotivasi seseorang berkata kotor. Yang pertama adalah faktor ingin terlihat jantan, macho, sangar, keren dan berani. Yang kedua adalah faktor melampiaskan kekesalan (saat mendapat musibah, ujian atau pas dikagetin). Dan faktor yang terakhir adalah faktor kebiasaan. Menurut gue faktor kebiasaan ini adalah faktor akibat dari dua faktor sebelumnya. Jadi awalnya beberapa orang termotivasi dengan dua faktor yang pertama. Namun karena terlalu intens melakukannya, motivasi orang tersebut akan berubah menjadi faktor krbiasaan. Nah kalo lo uda sampe di fase faktor kebiasaan, maka lo bakal dapet masalah buat ngilangin kebiasaan lo.
Nah pada postingan gue kali ini, gue mau share sebuah metode alternatif untuk paling tidak mengurangi perilaku ini. Yaitu mengganti kata kasar yang spontan keluar dari mulut lo dengan benda-benda yang ada di sekitar kita atau istilah-istilah tapi tidak mnegandung konotasi negatif pada maknanya. Misalnya kalo lo kaget lo bakal tereak " T*I " maka lo coba merubah kata sumpah serapah itu menjadi " Sajadah ". Ato pas lo lagi kesel dengan seeseorang " dompet lo"!.
Lo bisa melontarkan kata yang kata yang sesuai dengan hobi lo. Atau yang sesuai dengan karakteristik yang lo inginkan . Misalnya lo ingin terlihat seperti ahli sains maka lo bisa melontarkan kata seperti " mimentum", atau "fluks magnetik". Kalo lo pengen terlihat sebagai ahli ekonomi lo bisa bilang " inflasi" atau "devisa". Atau lo juga bisa ganti dengan kata buatan lo sendiri.
Tapi yang paling bener si emang mengganti kata kotor dengan asma-asma Allah. Ya seengga engganya kita bisa mengurangi kata-kata kotor dalam kehidupan kita sehari-hari. Memang awalnya akan terasa susah. Tapi selanjutnya lo bakal mendapat hasilnya. Metode ini pernah gue terapkan saat smp. Dengan melontarkan kata sesuai kondisi. Saat kaget gue lontarkan Astaghfirullah. Saat kesel gue lontarkan kata benda yang bersahabat seperti rautan, badut, ventilasi. Tapi memang terkadang gue suka lupa ngeganti kata kotornya dan keceplosan. Namun gue berusaha untuk memperbaikinya. Mudah mudahan ini bisa bermanfaat. Dan postingan ini juga sebagai ajang pengingat diri gue sendiri.
Diposting oleh fizzy di 17.08 0 komentar
Label: mencoba berfilosofi